SEJARAH DESA CITRAJAYA
KECAMATAN BINONG KABUPATEN SUBANG
PROVINSI JAWA BARAT
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah Segala Puji dan Syukur Penulis Panjatkan Kepada Allah SWT Atas Segala Limpahan Karunia serta Rahmat dan Hidayahnya sehingga Buku Profil sejarah Desa Citrajaya dapat di selesaikan dengan baik. Sholawat beserta Salam Semoga tetap tercurah Limpahkan Kepada NABI MUHAMAD SAW Dimana Berkat Perjuanganya kita bisa merasakan Indahnya ISLAM
Buku Profil sejarah Desa Citrajaya Kecamatan Binong Kabupaten Subang ini di susun oleh Sukanta Dinata sebagai warga Desa Citrajaya. Isi buku profil sejarah Desa Citrajaya ini di susun dalam Rangka Usulan dan masukan dari Bapak Kepala Desa Caswita Sebagai Kepala Desa Citrajaya Periode 2019-2024, BPD Citrajaya dan Tokoh-Tokoh Masyarakat Desa Citrajaya agar supaya seluruh masyarakat Desa Citrajaya mengetahui dan mengenal Sejarah terbentuknya Desa Citrajaya.
Saya sampaikan Terima Kasih Kepada Yang Terhormat Bapak Kepala Desa Citrajaya Bapak Caswita, BPD Citrajaya dan Sesepuh/Tokoh-Tokoh Desa Citrajaya yang membantu dalam penyusunan sejarah pembentukan Desa Citrajaya.
Saya menyadari Walaupun Segala Upaya dan pikiran yang saya tuangkan dalam Penulisan Buku Profil Sejarah Desa Citrajaya ini, kesalahan, kekurangan, dan kejanggalan kata-kata, mungkin kerap kali di temui dalam buku Profil Sejarah Desa Citrajaya. Oleh karena itu kritik dan saran yang Konstruktif sangat saya butuhkan demi Perbaikan Selanjutnya.
Citrajaya 6 Desember 2021
Penyusun/Penulis
SUKANTA DINATA
SEJARAH PEMBENTUKAN DESA CITRA JAYA
BAB I
PENDAHULUAN
- LATAR BELAKANG MASALAH
Terbentuknya Desa sebagai tempat tinggal kelompok terutama karena naluri alamiah untuk mempertahankan kelompok di dalam kelompok tersebut terjalin sendi-sendi yang melandasi hubungan-hubungan antara sesama warga kelompok, berdasarkan hubungan kekerabatan/kekeluargaan karena tinggal dekat dan karena kesamaan kepentingan.
Setiap desa memiliki sejarah berdirinya masing-masing, setiap desa memiliki ciri khas tersendiri yang membedakanya dengan yang lain. Ada beberapa desa yang muncul karena daerah tersebut memiliki sumber daya alam yang melimpah dan ada juga yang lahir karena daerah tersebut memiliki lalu lintas perdagangan yang begitu pesat dan terkenal berdirinya desa membutuhklan proses yang lama dan berkesinambungan.
Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur urusan pemerintahan kepentingan masyrakat setempat. Berdasarkan prakarsa masyasrakat hak asal usul atau hak untuk mengembangkan wilayahnya.
- RIWAYAT DESA CITRAJAYA
Menurut Sejarah Babad keterangan dari Sesepuh Desa Citrajaya sekitar tahun 1810-1818 yang dulunya hanya sebuah pedukuhan/kampung merupakan lumbung padi perjuangan melawan belanda yang di pimpin oleh Ki Bagus Rangin meliputi wilayahnya (Subang, Karawang, Purwakarta dan Ciayumajakuning) dan juga Ki Bagus Rangin tokoh kesultanan Cirebon yang melawan penjajah Belanda. Nilai sejarah yang di tinggalkan di pedukuhan/kampung citra adalah sebuah sumur tua dan sampai sekarang air sumur tua tersebut di manfaatkan untuk air wudhu selain itu juga Ki Bagus Rangin menempatkan pasukanya di pedukuhan/Citra untuk membuat lahan pertanian / petak-petak sawah sebagai lumbung padi perjuangan melawan penjajah Belanda.
Seiringnya waktu berjalan Ketika kampung citra masuk ke wilayah Desa Kihiyang. Ada 2 orang tokoh kampung Citra yang menjadi kepala Desa/Kuwu/Lurah Desa Kihiyang pada waktu masa penjajahan belanda dan jepang yaitu :
- Tijan/Dipan Sekitar Tahun (1930-1940)
- Ubi bin Maswan/Walim Sekitar Tahun (1940-1949)
Kedua tokoh tersebut merupakan tokoh kampung Citra yang pernah Menjabat sebagai kepala desa, Dua orang Tokoh tersebut di makamkan di pemakaman umum Desa Citrajaya.
Ketika ada pemekaran Desa Kihiyang dan Desa Binong kampung Citra masuk kewilayahan Desa Binong. Pada waktu itu juga ada tokoh dari kampung Citra yang menjadi kepala Desa Binong yaitu bapak Mastirka Harnoto (cucu dari bapak Tijan/Dipan) menjabat sekitar tahun 1970-1974 beliaupun di makamkan di pemakaman umum Desa Citrajaya.
Dalam beberapa waktu yang lama kampung Citra masuk wilayah Desa Binong, seiring perubahan waktu dan kepentingan kelompok masyarakat kampung citra serta di prakarsai dan terjadi pergerakan oleh tokoh-tokoh kampung Citra dan kampung yang berbatasan dengan kampung Citra seperti kampung jigrog, kampung babakan gandu, kampung pawelutan, kampung binong tengah, Kampung babakan asem, kampung bubut, kampung sukasari, kampung babakan serong, dan Kampung babakan gabug. Tokoh-tokoh Kampung tersebut Bersatu untuk melakukan pemekaran Desa dari wilayah Desa Binong. Tokoh tokoh Kampunng yang ikut serta dalam Pemekaran atau Pembentukan Desa Citrajaya adalah :
|
NO.
|
NAMA
|
ALAMAT
|
KETERANGAN
|
|
1.
|
MASTIRKA HARNOTO
|
Kampung Citra
|
Almarhum
|
|
2.
|
H. SURMINTA
|
Kampung Citra
|
|
|
3.
|
H. ABDUL HARJO
|
Kampung Citra
|
|
|
4.
|
H. Waslim
|
Kampung Citra
|
Almarhum
|
|
5.
|
H. MAUN
|
Kampung Jigrog
|
Almarhum
|
|
6.
|
H. SUTADI
|
Kampung Binong Tengah
|
Almarhum
|
|
7.
|
H. CARTIMAN
|
Kampung Bubut
|
Almarhum
|
|
8.
|
H. AMIN
|
Kampung Bubut
|
Almarhum
|
|
9.
|
TARIM
|
Kampung Citra
|
Almarhum
|
|
10.
|
KASPAN
|
Kampung Citra
|
Almarhum
|
|
11.
|
SAEBA
|
Kampung Babakan Gandu
|
Almarhum
|
|
12.
|
TAYIB/TEKONG
|
Kampung Citra
|
Almarhum
|
|
13.
|
SUKIM
|
Kmp. Pawelutan
|
Almarhum
|
|
14.
|
SUKENDAR IRYANA/ODOY
|
Kmp. Binong Tengah
|
|
|
15.
|
SOLIHIN
|
Kampung Citra
|
Almarhum
|
|
16.
|
KASMITA
|
Kampung Citra
|
|
|
17.
|
SELIN
|
Kampung Citra
|
Almarhum
|
|
18.
|
NURDIN
|
Kampung Pawelutan
|
Almarhum
|
|
19.
|
NACIM
|
Kampung Citra
|
Almarhum
|
|
20.
|
TARIM/ WATINI B
|
Kampung Citra
|
Almarhum
|
|
21.
|
DASWAN/DEWONG
|
Kampung serong
|
Almarhum
|
|
22.
|
WARCAM
|
Kampung Pawelutan
|
Almarhum
|
|
23.
|
MARUF SAMAUN
|
Kampung citra
|
Almarhum
|
|
24.
|
MARTONI
|
Kampung Jigrog
|
Almarhum
|
|
25.
|
DANTA
|
Kampung Bubut
|
Almarhum
|
|
26.
|
H PARTA
|
Kampung Jigrog
|
Almarhum
|
|
27.
|
DURKAT/WAHAR B
|
Kampung Jigrog
|
Almarhum
|
|
28.
|
RASKIMAN/ SURTI B
|
Kampung Jigrog
|
Almarhum
|
|
29.
|
RASWIN/AWING
|
Kampung Citra
|
Almarhum
|
|
30.
|
BAKRI
|
Kampung Jigrog
|
Almarhum
|
|
31.
|
DAYO
|
Kampung Jigrog
|
|
|
32.
|
DUIN
|
Kampung Jigrog
|
Almarhum
|
|
33.
|
CARSID
|
Kampung Jigrog
|
Almarhum
|
|
34.
|
SOYAMIN
|
Kampung Binong Tengah
|
Almarhum
|
|
35.
|
H. NURHAEN
|
Kampung Jigrog
|
Almarhum
|
|
36.
|
DACAM
|
Kampung Citra
|
|
|
37.
|
WADI
|
Kampung Babakan Asem
|
Almarhum
|
|
38.
|
TERCIH B
|
Kampung Citra
|
Almarhum
|
|
39.
|
CALING
|
Kampung Pawelutan
|
Almarhum
|
|
40.
|
ROJIM
|
Kampung Pawelutan
|
Almarhum
|
|
41.
|
CALA
|
Kampung Jigrog
|
Almarhum
|
|
42.
|
H KETO S
|
Kampung Babakan Gandu
|
Almarhum
|
|
43.
|
SUTIKNO
|
Kampung Citra
|
|
|
44.
|
H YAHYA
|
Kampung Citra
|
Almarhum
|
|
45.
|
MINTA/MINTUT
|
Kampung Binong Tengah
|
Almarhum
|
|
46.
|
MARTA
|
Kampung Pawelutan
|
Almarhum
|
|
47.
|
IRI SUHARI
|
Kampung Binong Tengah
|
Almarhum
|
|
48.
|
H RASTIYAM
|
Kampung serong
|
Almarhum
|
|
49.
|
KASLIM
|
Kampung Jigrog
|
Almarhum
|
|
50.
|
NASIM/TITI B
|
Kampung Citra
|
Almarhum
|
|
51.
|
CASMAUN
|
Kampung Citra
|
Almarhum
|
|
52.
|
WAMAN/CASNEM B
|
Kampung Bubut
|
Almarhum
|
|
53.
|
MUNAWAR
|
Kampung Serong
|
|
|
54.
|
WARGA
|
Kampung Babakan Asem
|
|
BAB II
PEMBAHASAN
A. TERBENTUKNYA DESA CITRA JAYA
Atas ijin allah SWT akhirnya Desa Citrajaya terbentuk pada tanggal 6 Desember 1980. Di pilihnya nama Desa Citrajaya berdasarkan kesepakatan para tokoh-tokoh/ sesepuh pemekaran/pembentukan Desa Citrajaya setelah pemekaran dengan desa binong arti dari Desa Citrajaya menurut,
- Sesepuh Desa Citrajaya : CITRA artinya tujuan mulia JAYA artinya Kuat
- Menurut kamus besar Bahasa Indonesia :
a. Citra artinya : - Gambaran yang di miliki suatu kelompok,
- Kesan Mental
- Ekspresi perseorangan atau kelompok
- Bayangan semua yang di ketahui secara obyektif
b. Jaya artinya : selalu berhasil, sukses dan hebat.
Setelah terbentuknya Desa Citrajaya yang sah secara pemerintahan dan hukum pada tanggal 6 Desember 1980. Desa Citrajaya akhirnya membentuk pemerintahan baru dan berdaulat secara bertahap dari periode ke periode di pimpin oleh seorang kepala Desa Citrajaya sampai sekarang.
Kepala Desa yang pernah memimpin Desa Citrajaya sebagai berikut :
|
No.
|
Nama
|
Masa jabatan
|
Keterangan
|
|
1.
|
MEMET SETIADI
|
1980-1982
|
PJS
|
|
2.
|
CECE HERMANSYAH
|
1983-1984
|
PJS
|
|
3.
|
DIDIT SUKAYAT
|
1985-1988
|
DEFINITIF
|
|
4.
|
RUSMAN GUMANTI
|
1988-1990
|
PJS
|
|
5.
|
DIDIT SUKAYAT
|
1991-1993
|
DEFINITIF
|
|
6.
|
CECEP ROSADI
|
1993-1994
|
PJS
|
|
7.
|
AMAN BASYAIR
|
1994-1999
|
DEFINITIF
|
|
8.
|
ENDRIK HARDIYANTO
|
2000-2005
|
DEFINITIF
|
|
9.
|
AHMAD DAHMUDIN
|
2006-2012
|
DEFINITIF
|
|
10.
|
RUSNATA SUHADA
|
2012-2018
|
DEFINITIF
|
|
11.
|
DADANG JAMALUDIN
|
2018
|
PJS
|
|
12.
|
CASWITA
|
2019-2024
|
DEFINITIF
|
B. LETAK GEOGRAFIS DAN KEKAYAAN ALAM DESA CITRAJAYA
Batas-batas Desa wilayah Desa Citrajaya dengan Desa lain sebagai berikut :
- Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Binong
- Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Kihiyang dan Desa Binong
- Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Kihiyang
- Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Binong, Desa Tambakdahan dan Desa Jatimulya
Desa Citrajaya termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Binong Kabupaten Subang Provinsi Jawa Barat. Alam Desa Citrajaya begitu subur dan sebagai penghasil/swasembada padi ketan luas tanah pertanian/tanah sawah sekitar 450 Hektar luas tanah darat kurang lebih 66,5 Hektar (pemukiman, kebun, dan tanah kosong) Desa Citrajaya sebagai produksi padi ketan berbagai Varietas terbesar di Kabupaten Subang merupakan sentra produksi beras ketan terbaik di Provinsi Jawa Barat dan Nasional. Pada tahun 1989 Desa Citrajaya pernah mengekspor beras ketan dan pengolahan ketan (rangginang, opak, wajit, dodol) ke Negara Malaysia. Masyarakat Desa Citrajaya dari tahun 1970-an sampai sekarang masih menanam dan memproduksi padi ketan.
Jenis Varietas padi ketan yang pernah di tanam oleh para petani Desa Citrajaya yaitu :
- Padi Ketan Lusi
- Padi Ketan Derti
- Padi Ketan Putih
- Padi Ketan Gebrug
- Padi Ketan Bungsu
- Padi Ketan Yahya
- Padi Ketan jumbo
- Padi Ketan Gendel
- Padi Ketan Gisel
Pada masa sekarang secara umum para petani Desa Citrajaya banyak menanam Padi KETAN GENDEL dan ada beberapa yang menanam Padi KETAN GISEL pemasaran padi ketan di jual ke pengusaha penggilingan padi Desa Citrajaya dan pengusaha dari luar Desa Citrajaya (Desa Batang, Desa Nanggerang, Desa Randu, dan bahkan pengusaha dari Kabupaten Cirebon juga Kabupaten Kudus Jawa Tengah). Begitu kuatnya para petani Desa Citrajaya untuk tidak merubah Varietas selain padi ketan alasan kuat untuk mempertahankan menanam Varietas padi ketan karena :
- Harganya terkadang lebih mahal dari varietas padi lainnya
- Produksi dari varietas padi ketan lebih unggul hasilnya dari padi lainnya
- Sudah terbiasa mengolah padi ketan walaupun pembiayaanya lebih besar dari pada varietas padi lainnya
Para Petani Desa Citrajaya begitu kuat untuk mempertahankan kebiasaan menanam padi ketan, kadang secara alamiah para petani ketan Desa Citrajaya sering mengeluh ketika harga padi ketan murah di bawah harga padi lainnya dan Ketika ada serangan hama dan penyakit mendadak kerugianya lebih besar dari pada menanam padi lainnya. Sebuah keyakinan dan pendirian para petani ketan Desa Citrajaya berani mengambil sikap dalam menentukan bercocok tanam dengan Varietas Padi Ketan.
Desa Citrajaya juga memiliki Tanah Kas Desa/ Bengkok (PAD) Seluas kurang lebih 8 Hektar terletak di Desa Karangsari umumnya Pekerjaan Warga Desa Citrajaya adalah Petani Padi Ketan dengan melimpahnya hasil produksi padi ketan terbentuklah pengrajin rumahan (pengrajin opak, rangginang, wajit, dodol) Desa Citrajaya juga produksi telor asin, masyarakat Desa Citrajaya juga membentuk kelompok-kelompok peternakan seperti ternak domba ternak lele, bebek dan lain sebagainya. Penduduk Desa Citrajaya mengikuti perkembangan zaman membentuk kelompok pertanian koperasi Gapoktan, Yayasan, Kelompok pedagang, dan organisasi lainnya. Dari tahun ke tahun jumlah Penduduk Desa Citrajaya berkembang pesat, jumlah penduduk Desa Citrajaya pada akhir tahun Desember 2020.
C. ADAT BUDAYA
Masyarakat Desa Citrajaya umumnya berbahasa jawa dialeg dan berbahasa sunda karena leluhur Desa Citrajaya berasal dari Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan priyangan (Bandung, Sumedang, Purwakarta).
Adat Budaya Desa Citrajaya yang masih di jalankan sampai sekarang adalah :
- Ruwat Bumi
Tradisi Adat Ruwat Bumi adalah kegiatan Adat Budaya masyarakat Desa Citrajaya di bidang Pertanian di laksanakan Ketika selesai panen raya dan mau memulai penggarapan sawah (turun nyawah) adat ruwat bumi merupakan tradisi turun menurun dari leluhur/sesepuh Desa Citrajaya dalam mensyukuri hasil panen padi dan untuk memulai penggarapann lahan sawah.
- Mapag Sri
Tradisi Adat Mapag Sri adalah Adat Budaya Ketika Padi menguning dan juga mau di panen. Tradisi Mapag Sri juga adalah tradisi warisan leluhur/sesepuh sebagai bentuk rasa syukur Kepada ALLAH SWT dari hasil pertanian/lahan sawah.
- Baritan
Adat budaya baritan adalah acara silaturahmi antar warga masyarakat di adakan di perempatan/pertigaan jalan Desa. Dengan setiap warga membawa hasil bumi dan nasi beserta lauk pauknya terus berkumpul bersama di perempatan/pertigaan jalan desa adat budaya baritan ini intinya menjalin silaturahmi antar warga Desa Citrajaya dan bentuk rasa syukur, juga do’a bersama untuk keselamatan masyarakat Desa Citrajaya atas ijin Allah dan juga mensyukuri rizki dari Allah SWT. Tradisi baritan ini hampir punah, alhamdulillah di Desa Citrajaya di adakan Kembali untuk menghargai adat budaya Desa Citrajaya sebagai rasa syukur kepada Allah SWT.
- Sorogan
Tradisi sorogan adalah acara dalam rangka pelaksanaan pernikahan yaitu mengirimkan makanan, minuman dan beberapa jenis kue kering/kue basah dar keluarga pengantin wanita ke keluarga pengantin laki-laki kiriman tersebut di sebut sorogan dan juga kiriman sorogan tersebut dar pengantin perempuan ke keluarga pengantin laki-laki di bayar dengan uang tunai berdasarkan banyak dan sedikitnya jumlah sorogan yang di terima di sini tarik kesimpulan bahwa tradisi sorogan adalah acara silaturahmi perkenalan dari pihak pengantin perempuan ke keluarga pengantin laki-laki.
Demikianlah Empat Tradisi Adat Budaya Desa Citrajaya yang masih di laksanakan sampe sekarang semua tradisi adat budaya yang di adakan kesimpulannya adalah menjaga silaturahmi antar warga Desa Citrajaya dan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Dalam pelaksanaanya di ejawantahkan melalui adat budaya setempat artinya kita semua tidak harus mengambil perbedaan tapi kita mengambil, sisi baik/positif dari sebuah tradisi adat budaya bahwa semua tradisi adat budaya merupakan ajang Silaturahmi dan rasya syukur Kepada ALLAH SWT.
BAB III
PEMERINTAHAN DESA CITRAJAYA
A. UNSUR DAN PROGRAM PEMERINTAH DESA
Pemerintah Desa sebagai Perwakilan Pemerintah Republik Indonesia skup kecil yang memerintah,melayani dan mengurusi Kepentingan Masarakat yang ada di Lapisan bawah. Desa Citrajaya Kecamatan Binong Kabupaten Subang Provinsi jawa Barat Merupakan Otonomi Satu Kesatuan Di Dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pemerintah Desa Citrajaya juga sebagai sistem Sosial Politik Pemerintahan Yang Berdaulat. Dalam Pemerintahan Desa ada beberapa Lembaga di Bidangnya masing-masing. Di Pimpin oleh Seorang Kepala Desa. Unsur – Unsur Yang ada Di Pemerintahan Desa Citrajaya adalah :
- Kepala Desa
- Sekretaris Desa
- Kepala Seksi ( KASI)
- Kepala Urusan ( KAUR )
- Kepala Dusun ( KADUS )
- Rukun Warga ( RW )
- Rukun Tetangga ( RT )
- LINMAS
- Pos KB ( Keluarga Berencana )
- Kader Pos yandu
- Kader PKK
- BUMDES ( Badan Usaha Milik Desa )
- BPD ( Badan Perwakilan Desa )
- LPMD ( Lembaga Pemberdayaan Masarakat Desa )
- MUI Desa ( Majelis Ulama Indonesia /Tingkat Desa )
- Karang Taruna
- Bidan Desa
- PPL Desa ( Penyuluh Pertanian Lapangan )
Pemerintahan Desa Citrajaya Menjalankan Program Kegiatan dan Program Kerja yang Di atur oleh Pemerintah Pusat dan Daerah Juga usulan Masarakat melalui Musawarah Desa. Anggaran Pemerintah Desa sekarang Dibantu dari :
- Dana Desa ( DD)
- Alokasi Dana Desa (ADD)
- Bantuan Propinsi ( BANPROV )
- Bantuan Kabupaten ( BKU )
- Bantuan Desa (BANDES )
- Pendapatan Asli Desa ( PADS )
- Bagi Hasil Pajak ( BHP)
- Bagi Hasil Retribusi ( BHR )
Anggaran–anggaran tersebut membantu Pelaksanaan Kegiatan Desa, baik untuk Kesejahteraan Kepala Desa, Perangkat Desa, BPD dan Seluruh pegawai Lembaga yang ada di Pemerintahan Desa. Dengan adanya Pos Anggaran tersebut Pemerintah Desa Citrajaya dan Masarakat desa Citrajaya Merasa terbantu dalam Pembangunan fisik dan non fisik, Inilah Wujud Nyata Pemerintah Pusat dan Daerah Memperhatikan dan Mengutamakan Kepentingan Rakyat Yang ada Di Desa-Desa.
Pemerintah Desa Citrajaya juga menerima Bantuan Sosial dari Pemerintah Pusat dan Daerah. Ketika Virus Covid Melanda Negara dan Rakyat Indonesia ini. Dengan nama Bantuan Covid 19. Bantuan Covid 19 Yang di Salurkan Pemerintah Pusat dan Daerah Yang di Khususkan Untuk Penduduk Miskin/Pra sejahtera, Penyandang Disabilitas/Difabel, Korban PHk, Mantan Narapidana, Mantan Pecandu Narkoba, orang yang Rentan miskin dan Yang Terdampak covid 19.
Bantuan Sosial dari Pemerintah Pusat dan Daerah Yang Disalurkan di Desa Citrajaya adalah sebagai berikut :
- Kartu Keluarga Sejahtera ( KKS )
- Program Keluarga Harapan ( PKH )
- Bantuan Pangan Non Tunai ( BPNT )
- BST KEMENSOS
- BLT DD
- Bantuan Provinsi ( BANPROV )
- UMKM
- BSU
- Bantuan Bupati ( BANBUP )
Bantuan Sosial Tersebut Bagi Pemerintah Desa Citrajaya dan Khususnya Masarakat Desa Citrajaya sangat Terbantu sekali dalam Pemenuhan Kebutuhan Perekonomian Masarakat Desa Citrajaya.
Selain Program Bantuan Anggaran dan Program bantuan Sosial, Pemerintah Desa Juga berinisiatif Mengembangkan Perekonomian Desa melalui BUMDES, Sebagai lembaga/wadah Perekonomian Desa. Melalui Bumdes Pemerintah Desa menampung kelompok kelompok usaha di berbagai bidang yang ada di Lingkungan masarakat Desa Citrajaya.
B. JUMLAH PENDUDUK.
Jumlah Penduduk dan Jumlah KK ( Kepala Keluarga ) Penduduk Desa Citrajaya Menurut Sensus Pemerintah Desa Citrajaya adalah Sebagai berikut :
|
1.
|
Jumlah total penduduk
|
Total Penduduk
|
5.311
|
Jiwa
|
|
2.
|
Jumlah penduduk laki-laki
|
Total lk
|
2.717
|
Jiwa
|
|
3.
|
Jumlah penduduk perempuan
|
Total pr
|
2.594
|
Jiwa
|
|
4.
|
Jumlah KK Laki-laki
|
Total Laki-laki
|
1.682
|
KK
|
|
5.
|
Jumlah KK Perempuan
|
Total perempuan
|
361
|
KK
|
|
6.
|
Jumlah Total KK
|
Total KK
|
2.043
|
KK
|
C. Pendidikan Formal Dan Non Formal
Masyarakat Desa Citrajaya dari tahun ketahun status jenjang di bidang pendidikan mulai meningkat yang tadinya buta aksara/buta huruf mulai timbul kesadaran bahwa Pendidikan adalah dasar untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan Sumberdaya manusia serta wawasan dalam menjalani hidup dan kehidupan sesaui dengan UUD 1945 Pendidikan adalah salah satu untuk Mencerdaskan Kehidupan Bangsa.
Desa Citrajaya sekarang ini masyarakatnya, rata-rata berpendidikan SLTP dan SLTA juga generasi mudanya lulusan Perguruan tinggi (S1-S2). Lembaga Pendidikan Formal dan Non Formal yang ada di Desa Citrajaya :
- 2 Sekolah Dasar
- 2 Sekolah Madrasah
- 3 PAUD
- 2 TPA
- 1 Play group
- 1 TK
Sarana Dan Prasarana Pendidikan Keagamaan di Desa Citrajaya :
- 5 Majlis Ta’lim
- 5 Masjid Jami
- 17 Mushola
- 1 Pondok Pesantren
Itulah sekilas di Bidang Pendidikan dan Lembaga Pendidikan yanga ada di Desa Citrajaya juga bidang keagamaan. Pendidikan sekolah lanjutan pertama, perguruan tinggi tempat sekolahnya di luar daerah Desa Citrajaya. Atas kesadaran Masyarakat Desa Citrajaya untuk mendukung putra putrinya bersekolah ke jenjang yang lebih tinggi program program yang di galakan oleh Pemerintah pusat di sambut dengan rasa kesadaran oleh masyarakat Desa Citrajaya untuk mengikutinya dan melaksanakannya karena sudah memahami dan mengerti tentang pentingnya Pendidikan baik formal ataupun non formal bagi Putra Putrinya.
D. PEKERJAAN MASYARAKAT DESA CITRAJAYA
Di awal Pembahasan bahwa masyarakt Desa Citrajaya umumnya sebagai Petani namun seiringnya perkembangan zaman Masyarakat Desa Citrajaya terutama generasi mudanya mempunyai pekerjaan :
- Petani
- Pegawai Negri Sipil
- Pegawai Swasta
- Dokter
- TNI
- POLRI
- Pengusaha
- Pedagang
- Pegawai Kesehatan
- Anggota DPRD
- Penyuluh Pertanian
- Buruh Tani
- Buruh Pabrik
- Pengrajin
- TKI/TKW
Inilah suatu bukti yang Obyektif bahwa Desa Citrajaya yang tadinya hanya beberapa kampung menjadi sebuah Desa yang maju di segala bidangnya. Dari waktu ke waktu Desa Citrajaya berbenah meningkatkan taraf hidup dan Perekonomiannya. Dengan mempunyai Pekerjaan yang tetap dan penghasilan dari sebuah Pekerjaan, Masarakat Desa Citrajaya dapat menjadi Masarakat yang Mandiri dan Sejahtera untuk memenuhi Kebutuhan hidup sehari-harinya. Pemerintah Desa Citrajaya juga membantu menyalurkan Program Pemerintah Pusat dan Daerah di bidang perekonomian untuk masarakat Desa Citrajaya.
E. PEREKONOMIAN MASARAKAT DESA CITRAJAYA
Setelah melihat dari Berbagai Aspek Pekerjaan,Sosial dan Pertumbuhan Kegiatan perekonomian Di Desa Citrajaya. Masarakat Desa Citrajaya Sebagian Besar Penduduknya dapat memenuhi Kebutuhan Pokok dalam Kehidupan Sehari harinya, dari Status Sosial Masarakat Desa Citrajaya terbagi menjadi Tiga golongan yaitu :
- Kelompok Masarakat Mapan /orang Kaya
- Kelompok Masarakat Sedang/Mencukupi
- Kelompok Prasejahtera/Miskin.
Di lihat, di teliti dan Di tinjau dari berbagai Penelitian Juga pengawasan Oleh Intansi–Intansi yang terkait, Desa Citrajaya adalah DESA BERKEMBANG Yang Menuju DESA MAJU. Dengan Perkembangan Perputaran Perekonomian Di masarakat, Desa Citrajaya Merupakan Desa SWAKARYA yang sedang berbenah untuk menuju Desa SWASEMBADA.Kami tidak memungkiri juga ada beberapa masarakat Desa Citrajaya Yang masih Pra Sejahtera/miskin, dengan Gotong Royong dan Kebersamaan Antara Pemerintah Desa dan Masarakat Desa Citrajaya membantu Keluarga Pra sejahtera melalui Penyaluran Program Untuk meningkatkan taraf hidup masyarak Pra sejahtera dari Pemerintah Pusat dan Daerah, Pemerintah Desa Citrajaya pun membantu dan menggalang bantuan Untuk Masarakat Pra sejahtera.
Secara Global Statistik Perekonomian Desa Citrajaya Merupakan Desa yang Seimbang dan Stabil dalam hal Pemenuhan Kebutuhan Pokok Kehidupan Masarakatnya. Sebagian besar Masarakat Desa Citrajaya adalah PETANI AGRI BISNIS karena yang di tanam adalah PADI KETAN. Untuk kebutuhan pangan Masarakat desa Citrajaya membeli dari pedagang Beras pangan dan ada sebagian Yang menanam Padi pangan untuk Memenuhi Kebutuhan Pangan Masarakat Desa Citrajaya.
F. KESEHATAN MASYARAKAT DESA CITRA JAYA
Warga Masarakat Desa Citrajaya dengan Meningkatnya taraf hidupnya,mulai mengerti tentang pentingnya sebuah Kesehatan diri dan Lingkungan. Di Desa Citrajaya tentang Pelayanan Kesehatan untuk Masarakat, Banyak tenaga medis dan tenaga Kesehatan yang setiap saat melayani Kesehatan Masarakat. Desa Citrajaya mempunyai wadah untuk melayani masarakat di Bidang Kesehatan Diantranya :
- 6 (enam) Tempat Pos yandu
- 1 (satu) Klinik Kesehatan
Dari sarana dan Prasarana tersebut Masarakat Desa Citrajaya merasa terbantu untuk mengecek dan mengobati tentang Kesehatan Masarakat dari segala kelompok umur di Lingkungan Masarakat. Kesadaran Masarakat mulai tumbuh tentang arti penting tentang sebuah Kesehatan. Banyaknya Penjelasan dan Penerangan tentang Kesehatan dari Bidan Desa,tenaga Kesehatan yang ada di Desa dan Kader - Kader Kesehatan Desa. Secara bertahap Masarakat sedikit banyaknya mengerti Tentang pentingnya arti sebuah Kesehatan.
Pemerintah Desa Citrajaya menggalakan Jumat bersih (JUMSIH) setiap satu minggu sekali untuk melakukan Kebersihan di masing-masing Lingkungan Masarakat. Walaupun pada kenyataannya masarakat ada yang sadar dan tidak terhadap kebersihan gotong royong di Lingkungannya. Kebersihan adalah salah satu aspek dalam bidang Kesehatan.
BAB IV
KESIMPULAN DAN PENUTUP
Dengan di Susunnya SEJARAH DESA CITRAJAYA ini, agar Masarakat Desa Citrajaya Mengetahui, Mengenal dan Menghargai Para Pendahulu Yang Ikut dalam Mendirikan Desa Citrajaya. Buku Sejarah Desa Citrajaya Untuk menambah wawasan Pengetahuan Generasi Muda yang akan datang tentang Asal Usul Desa Citrajaya.
Sejarah Desa merupakan catatan yang sangat berarti sebagai tolak ukur situasi dan kondisi Sebuah Desa untuk membentuk dan membangun karakter Desa tersebut. Sejarah Desa Citrajaya Merupakan Usulan dari Masarakat Desa Citrajaya Untuk memenuhi keingin tahuan tentang Sejarah Desanya. Desa Citrajaya terbentuk Pada Tanggal 6 Desember 1980. Desa Citrajaya Berdiri Sebagai Sebuah Desa yang mengatur Rumah tangganya sendiri dan terbentuknya Pemerintahan Desa yang sah secara Hukum yang diatur Oleh UUD 1945 dan PANCASILA. Dengan terbentuknya sebuah Desa, Masarakat yang ada wilayah tersebut dapat mengatur kepentingannya, kebutuhannya dan pelayanannya untuk memenuhi hak dan kewajiban sebagai Warga Negara Republik Indonesia.
Sebuah Negara yang maju dan mandiri tanpa di dukung sebuah Desa yang maju dan Berswasembada hanyalah sebuah mimpi yang sulit akan terwujud. Desa adalah dasar statistik dari sebuah Negara untuk mengetahui keadaan warga Negaranya di segala Bidang. Dengan di susunnya SEJARAH DESA CITRAJAYA merupakan Kekayaan Budaya dan Sejarah Bangsa Indonesia.
Penyusunan SEJARAH DESA CITRAJAYA diambil dari berbagai sumber tokoh masarakat Desa Citrajaya dan Keterangan Administrasi Pemerintahan Desa Citrajaya.
SUMBER-SUMBER PENYUSUNAN SEJARAH DESACITRAJAYA DARI :
- NARCA SUKANDA S sos. ( KETUA DPRD KABUPATEN SUBANG )
- CASWITA ( KEPALA DESA CITRAJAYA )
- SURMINTA ( WAKIL KETUA BPD )
- DIDI ( KETUA LPM DESA CITRAJAYA )
- SURNOTO ( TOKOH PERTANIAN DESA CITRAJAYA )
- TASRA ( TOKOH ADAT DAN BUDAYA DESA CITRAJAYA )
- IIN WARSINTA ( PENDAMPING/KTNA DESA CITRAJAYA )
- SUKANTA D ( SEKRETARIS DESA CITRAJAYA )
- TOKOH – TOKOH MASARAKAT DESA CITRAJAYA.
DI TETAPKAN DAN DI SETUJUI OLEH :
CITRAJAYA 6 DESEMBER 2021
KEPALA DESA CITRAJAYA
( CASWITA )
KETUA BPD CITRAJAYA
( SURATMAN )
Imron Rosadi
07 November 2025 19:59:02
Semoga budaya gotong-royong kembali menjadi ciri orang Desa, yang saat ini sudah mulai pudar...